Krisis Air – Mygreengrowers.com | Keperluan akan air bersih dan sanitasi sudah jadi perhatian dunia. Tidaklah aneh bila rumor ini jadi sisi dari point Sustainable Development Goals (SDG), yaitu point ke enam. Walau tersedianya air bersih tidak jadi permasalahan di beberapa negara, tidak dapat disangkal banyak wilayah yang mulai alami kesusahan.

Berdasar data WHO (World Health Organization), di awal tahun 2021 akan ada banyak negara yang alami kekurangan air bersih, seperti Meksiko, Ethiopia, Kongo, Pakistan, dan ada banyak kembali. Jepang sendiri seringkali hadapi kritis air saat banjir menerpa sekian tahun kemarin.

Sekarang, bersamaan dengan bertambahnya aktivitas industri dan pertanian, permasalahan air makin bertambah, walau belum capai tingkat yang mencemaskan. Keadaan ini bisa diperparah dengan peralihan cuaca dan kenaikan kegiatan produksi yang mengikutsertakan air.

Cara Menangani Krisis Air Dan Permasalahan Berkaitan Pertanian Untuk Pencapaian SDGs

krisis air

Pertanian sendiri memang menyumbangkan banyak permasalahan dalam soal tersedianya air bersih. Mekanisme irigasi mengikutsertakan beberapa ratus galon air satu hari untuk pastikan tanaman masih tetap fresh dan lembab. Air yang dipakai harus juga berkualitas tinggi karena air yang kotor sering mempengaruhi kesehatan tanaman.

Ini tidak terhitung peluang imbas pada kualitas air tanah yang terkena pestisida, pupuk, atau bahan kimia yang lain turut serta pada proses pertanian. Maka dari itu, dibutuhkan ide baru yang lebih masak untuk pemakaian air, terhitung di bagian pertanian dan perkebunan.

Tetapi, ini bukanlah hal yang gampang untuk dilaksanakan dan banyak memiliki rintangan. Untungnya, sekarang banyak faksi yang mulai mengetahui keutamaan memakai air dengan arif. Satu diantaranya ialah di dalam 17 Arah Global yang diputuskan oleh PBB dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Beberapa poin yang dirumuskan untuk capai masa datang yang lebih bagus dan terus-menerus untuk semuanya orang dan dunia di tahun 2030.

Garis Besar UN

krisis air

Untuk point ke enam yakni Air Bersih dan Sanitasi, PBB sudah menerapkan rangkaian sasaran. Pada dasarnya, di tahun 2030 semua masyarakat dunia akan mempunyai akses air bersih yang ideal. Disamping itu, beragam permasalahan lingkungan yang memacu permasalahan air bisa selekasnya terselesaikan. Pendayagunaan yang efisien dapat menjadi budaya di penjuru dunia.

Untuk maksud ini, Alen Gudalo sudah bekerja sebagai koordinator project di One Young World, salah satunya barisan untuk memberikan dukungan kesuksesan SDGs. Ini ialah organisasi nirlaba global yang kumpulkan bakat muda paling pintar dari tiap negara dan bidang, bekerja untuk percepat imbas sosial. Dia mengutarakan, sampai sekarang ini faksinya masih berusaha untuk capai sasaran itu lewat beragam aktivitas. Tetapi, semuanya bukan tanpa pemikiran. Organisasinya sudah lakukan riset dan mengikutsertakan banyak pengalaman untuk capai arah.

Tetapi, dia mengaku jika hal itu bukan hal yang gampang untuk diraih. Pekerjaan selamatkan lingkungan, terutamanya menahan kritis air, tidak pernah jadi perolehan pribadi. Perlu keterlibatan beberapa orang untuk capai sasaran. Maka dari itu, Alen Gudalo memberi pesan ke seluruh pihak yang sudah bekerja aktif dalam aktivitas ini tidak untuk berserah dan berusaha untuk harapan. Disamping itu, kesadaran diri benar-benar dibutuhkan untuk merealisasikannya hingga harus dimasukkan sejak awal kali.

Sumber Artikel : Water Crisis

By Najwa